Di balik Pesona Kecantikannya Menyimpan Bahaya Apakah Fenomena Aurora Mengancam Hidup Manusia

TRIBUNSTYLE.COM - Fenomena aurora membuat siapa saja yang melihatnya terpukau dengan keindahan cahaya di langit, khususnya saat malam.
Sayangnya, fenomena ini hanya bisa disaksikan di langit sekitar Kutub Utara dan Kutub Selatan.
Aurora Borealis atau cahaya utara merupakan sebutan untuk fenomena aurora yang terjadi di sekitar Kutub Utara. Sedangkan Aurora Australis atau cahaya selatan menjadi sebutan untuk fenomena aurora di sekitar Kutub Selatan.
Dikutip dari NASA Space Place, fenomena aurora terjadi karena matahari banyak mengirimkan energi lain serta partikel kecil ke bumi, dalam jumlah yang tidak sama.
Manusia bisa terlindungi dari sebagian besar energi dan partikel tersebut karena adanya medan magnet pelindung di sekitar bumi.
Terkadang dalam mengirimkan energi dan partikel kecil ke bumi, matahari mengeluarkan gelembung gas elektrifikasi yang bisa bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan tinggi.
Gelembung gas tersebut biasanya dikeluarkan saat fase pelepasan coronal mass saat badai matahari terjadi.
Baca juga: Selain Aphelion, Ini Sederet Fenomena Astronomi yang Terjadi di Sepanjang Juli 2021
Baca juga: Mengenal Fenomena Aphelion, Jarak Terjauh Bumi dan Matahari Terjadi 1 Tahun Sekali, Ini Dampaknya
Ketika badai matahari berlangsung, sebagian energi dan partikel kecil tersebut bergerak menuju atmosfer bumi lewat garis medan magnet di Kutub Utara dan Kutub Selatan.
Pada saat itulah, partikel matahari berinteraksi dengan gas di atmosfer bumi.
Sehingga menimbulkan cahaya yang sangat indah di langit.
0 Response to "Di balik Pesona Kecantikannya Menyimpan Bahaya Apakah Fenomena Aurora Mengancam Hidup Manusia"
Post a Comment