Mengenal Sosok I Ketut Mayun Belajar Otodidak Hingga Sabet Juara di India dan Jepang

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI â" Sejumlah lukisan dengan tema pewayangan menghiasi ruang tamu I Ketut Mayun.
Usut punya usut, pria berusia 51 tahun asal Desa Penglipuran ini memang memiliki hobi melukis pewayangan.
Bahkan hobinya tersebut sudah ia lakoni sebelum duduk di bangku sekolah dasar.
Ketut Mayun mengungkapkan, ketertarikannya dengan seni lukis bermula pada usia enam tahun.
Baca juga: Terkait Uji Coba Pembukaan Objek Wisata di Bangli, Kadisparbud Pastikan Sudah Siap Terima Kunjungan
Bermula saat dirinya kerap kali mendatangi pameran seni lukis yang diadakan di Sasana Budaya Bangli.
Sosok AA Gde Bagus Ardhana dan karyanya yang menjadi inspirasi bagi Ketut Mayun.
âDulu itu sering ada pameran lukisan di Sasana Budaya, dan karya beliau sering dipamerkan disana. Lukisan Bima dan Anoman yang paling saya sukai,â katanya saat ditemui Rabu 8 September 2021.
Dari seringnya mendatangi dan melihat pameran lukisan, Mayun mulai mencoba untuk menekuni dan mengembangkan seni lukisnya.
Baca juga: Tingkat Keterisian Tempat Isolasi Terpusat di Bangli Terus Menurun
Pewayangan khususnya cerita Ramayana dan Mahabarata menjadi tema yang paling ia sukai, karena erat kaitannya dengan spiritual.
Kegemarannya melukis bahkan mengantarkannya hingga perlombaan tingkat internasional.
0 Response to "Mengenal Sosok I Ketut Mayun Belajar Otodidak Hingga Sabet Juara di India dan Jepang"
Post a Comment